IPMADO Gelar Aksi “Dogiyai Berdarah” di Nabire, Tuntut Keadilan atas Tragedi Kemanusiaan

NABIRE, InfoNabire.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menggelar aksi demonstrasi terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Senin (11/5/2026).

Salah satu titik kumpul massa berada di Jalan Gagak, kawasan KPR tepatnya di samping RSUD Nabire, Papua Tengah.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “Dogiyai Berdarah” sebagai bentuk duka cita atas peristiwa yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Massa menilai tragedi tersebut telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil serta meninggalkan trauma mendalam bagi warga Dogiyai.

Melalui spanduk dan orasi, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta pengusutan tuntas terhadap kematian anggota polisi dan lima warga sipil, mendesak investigasi independen terhadap korban sipil, serta meminta penghentian pendekatan kekerasan di Tanah Papua.

Baca juga:  Yayasan Mutiara Hitam Papua dan Klasis GKI Nabire Adakan Sharing Session Beasiswa LPDP

Selain itu, IPMADO juga menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan atas peristiwa yang terjadi di Dogiyai.

Dalam spanduk yang dibawa massa juga bertuliskan “Dogiyai Butuh Keadilan, Bukan Darah yang Terus Tumpah” dan “Papua Butuh Damai” sebagai bentuk seruan perdamaian serta tuntutan penegakan hukum yang adil dan transparan.

Tak hanya di kawasan KPR, titik kumpul massa lainnya juga berada di sejumlah lokasi. Lima titik pengamanan yang disiapkan aparat meliputi Asrama Dogiyai, Siriwini, SP, Uswim, Wadio, dan Karang.

Massa aksi juga membawa berbagai atribut dan poster yang menggambarkan situasi konflik serta seruan perdamaian di Papua.

Selain IPMADO, pada hari yang sama Forum Peduli Masyarakat Nabire Papua Tengah juga menyampaikan aspirasi dan saat ini berada di Kantor DPRP Papua Tengah.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR, mengatakan pengamanan dilakukan menyusul adanya dua surat pemberitahuan aksi dari kelompok mahasiswa IPMADO dan Forum Peduli Masyarakat Nabire Papua Tengah.

Baca juga:  Diben Elaby Desak Klarifikasi Ucapan Wali Kota Jayapura soal Masyarakat Pegunungan

“Kami menyiagakan 700 personel aparat gabungan yang akan terlibat langsung dalam pengamanan di lima titik,” ujar Samuel saat diwawancarai awak media di Mapolres Nabire, Minggu (10/5/2026).

Kapolres menegaskan pihaknya bersikap netral dalam pengamanan dua agenda tersebut. Karena itu, polisi tidak akan memberikan perlakuan berbeda kepada masing-masing kelompok massa.

“Kami netral. Kalau satu tidak melaksanakan long march, maka dua-duanya tidak melaksanakan long march,” tegasnya.

Selain itu, Samuel meminta seluruh koordinator lapangan dan simpatisan aksi tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan agar tidak terjadi benturan massa di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan infonabire.com di lapangan menunjukkan situasi Kabupaten Nabire tetap kondusif.

Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup