“Makimi Tidak Pernah Lapar”, Yulius Wopairi Minta Narasi Demo Diklarifikasi

Yulius Wopairi, anak asli Kampung Makimi. (Foto: Tangkapan layar video/TikTok papuapos.nabire/IN)

NABIRE, InfoNabire.com – Yulius Wopairi, anak asli Kampung Makimi, meminta peserta demonstrasi di DPRK Kabupaten Nabire pada Jumat (18/9/2026) mengklarifikasi narasi yang menyebut “masyarakat Makimi lapar.”

Pernyataan tersebut disampaikan Yulius melalui video yang diunggah di akun TikTok @papuapos.nabire. Pernyataan itu dikutip InfoNabire.com pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Yulius secara khusus meminta agar penggunaan bahasa yang menyebut masyarakat Makimi lapar tidak digeneralisasi sebagai suara seluruh masyarakat Makimi.

“Saya mohon untuk tolong klarifikasikan bahasa Makimi, masyarakat Makimi lapar. Saya mohon tolong diklarifikasikan.”

Menurut Yulius, dirinya percaya bahwa masyarakat Makimi tidak berada dalam kondisi seperti yang disebutkan dalam narasi tersebut.

“Karena saya percaya bahwa Makimi tidak pernah lapar. Makimi itu ada di dalam tempat yang diberkati Tuhan luar biasa,” ujarnya.

Ia meminta peserta demonstrasi maupun pihak yang menulis pemberitaan terkait aksi tersebut memberikan klarifikasi mengenai maksud dari pernyataan “masyarakat Makimi lapar.”

Yulius menilai, persoalan yang disampaikan oleh oknum tertentu tidak seharusnya langsung dibawa sebagai suara seluruh masyarakat Makimi.

“Sehingga tolong klarifikasikan bahasa ini jangan cuma karena oknum pribadi terus kita menjadikan seluruh masyarakat menjadi kami.”

Ia juga berharap peserta demo dan pihak yang menyampaikan informasi dapat menjelaskan secara terbuka siapa yang dimaksud ketika menggunakan nama masyarakat Makimi dalam penyampaian aspirasi.

Baca juga:  Jaringan Internet Telkomsel di Nabire Tiba-Tiba Lemot, Ada Apa?

“Sehingga saya harapkan untuk peserta demo dan siapa penanggung jawab dan wartawan yang menulis ini tolong klarifikasikan bahasa itu.”

Soroti Persoalan Perusahaan

Yulius kemudian menyinggung persoalan perusahaan, termasuk PT. Kristalin Ekalestari, yang menurutnya tidak semestinya langsung dikaitkan dengan seluruh masyarakat Makimi.

“Sehingga kami masyarakat Makimi tidak terganggu karena urusan perusahaan PT. Kristalin Ekalestari atau urusan perusahaan-perusahaan yang masuk.”

Ia mengatakan masyarakat Makimi tidak terlalu antusias maupun terlibat dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

“Saya pikir kami masyarakat Makimi tidak terlalu antusias dan tidak terlalu terlibat di dalam perusahaan-perusahaan tersebut.”

Karena itu, Yulius meminta oknum tertentu tidak mengatasnamakan masyarakat Makimi ketika menyampaikan aspirasi yang sebenarnya merupakan kepentingan pribadi.

“Sehingga diharapkan kepada oknum-oknum tertentu mengatasnamakan pribadi. Jangan atasnamakan masyarakat (Makimi) untuk menyampaikan orasi-orasi yang nanti akan merusak kebersamaan kita.”

Yulius Tegaskan Bicara sebagai Anak Asli Makimi

Yulius kemudian menegaskan bahwa pernyataannya disampaikan sebagai anak asli Kampung Makimi di Nabire.

“Apalagi khusus untuk kami anak-anak Makimi yang berbicara hari ini. Saya berbicara atas anak asli kampung Makimi.”

Baca juga:  Cegah Penyebaran COVID MB.1.1, Berikut Imbauan Dinkes Papua Tengah

Ia kembali meminta pihak yang menulis berita maupun pihak yang menyampaikan orasi dalam aksi di DPRK Kabupaten Nabire untuk mengklarifikasi penggunaan narasi tersebut.

“Saya menyampaikan ini untuk kepada siapapun yang menulis berita ini atau yang mengorasi pada demo di DPR saya tolong minta supaya mengklarifikasikam bahasa ini secara baik.”

Yulius kembali menegaskan persoalan yang menjadi sorotannya.

“Masyarakat Makimi lapar, ini yang saya sampaikan bagi kita.”

Menurutnya, seluruh pihak seharusnya bekerja dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Saya harap kita bekerja untuk menyambung hidup masyarakat, kerjalah dengan jujur sehingga setiap kita bisa melakukan pekerjaan yang baik.”

Ia berharap pernyataannya tersebut dapat disampaikan kepada seluruh pihak yang menggunakan narasi mengenai masyarakat Makimi dalam aksi maupun pemberitaan.

“Ini yang saya sampaikan untuk kita semua dan tolong disampaikan ke seluruh siapapun yang menyampaikan ini.”

Yulius menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan sikap dirinya sebagai anak asli Makimi di Nabire.

“Demikian itu yang saya sampaikan sebagai pernyataan dari anak Makimi asli di Nabire.”

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup