Kesalahpahaman di Pangkalan Ojek Oyehe Berujung Pemukulan, Kapolres Nabire Turun Langsung Amankan Situasi

NABIRE – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. membenarkan adanya insiden kesalahpahaman antar sesama pengojek yang terjadi di Pangkalan Ojek Oyehe, Kabupaten Nabire, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

Peristiwa tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang, yang kemudian berujung pada aksi pemukulan. Situasi sempat memanas setelah adanya aksi balasan dengan membawa senjata tajam oleh rekan-rekan sesama pengojek.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, kejadian tersebut dapat kami tangani dengan baik,” ujar Kapolres Nabire saat memberikan keterangan pada Kamis sore.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K.

Kapolres menjelaskan, dirinya bersama personel gabungan dari Satuan Reskrim, Intelkam, Samapta, serta Polsek Nabire Kota langsung turun ke lokasi untuk mengamankan keadaan dan mencegah konflik meluas. Pihak kepolisian kemudian mengarahkan kedua belah pihak agar menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan di Polres Nabire.

Dalam proses mediasi, sempat terjadi perdebatan antara kedua pihak karena adanya korban luka dan perasaan tidak terima. Namun berkat pendekatan persuasif, kedua belah pihak akhirnya dapat saling memahami dan sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai.

“Kami sampaikan bahwa Nabire ini milik kita bersama. Jangan sampai karena persoalan kecil, aktivitas pengojek terganggu dan berdampak pada mata pencaharian,” jelas Kapolres.

Sebagai bentuk kepedulian, Polres Nabire juga membantu biaya pengobatan bagi korban luka serta memberikan bantuan kepada para pengojek. Bahkan, Kapolres Nabire secara pribadi mencatat beberapa pengojek yang mengalami kendala administrasi seperti SIM mati atau belum memiliki SIM, untuk dibantu ke depannya.

Kapolres berharap para pengojek dapat menjadi duta keselamatan berlalu lintas dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Nabire.

“Jika terjadi persoalan di lapangan akibat miskomunikasi, mari selesaikan dengan kepala dingin. Polres dan Polsek adalah rumah kita bersama untuk mencari solusi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengedepankan emosi dalam menyelesaikan masalah, melainkan mengutamakan musyawarah demi menjaga Nabire tetap aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup