Sedang Bekerja di Sekolah, Tukang Kayu Tewas Diserang OTK

Seorang tukang kayu tewas diserang orang tak dikenal (OTK) saat sedang bekerja di area sekolah, Senin (2/1/2026) pagi. (Foto: Istimewa)

InfoNabire.com – Aksi kekerasan terjadi di lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang tukang kayu tewas diserang orang tak dikenal (OTK) saat sedang bekerja di area sekolah, Senin (2/1/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai. Korban diketahui bernama Daniel Datti (41), warga asal Makale, Toraja. Saat kejadian, korban tengah membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula dari suara tembakan yang terdengar dari arah belakang sekolah. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri menuju ruang guru, namun dikejar tiga orang pelaku bersenjata. Satu pelaku membawa senjata rakitan laras panjang, satu lainnya membawa kapak, sementara satu pelaku merekam kejadian menggunakan telepon genggam. Aksi penyerangan terjadi di dalam ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

Baca juga:  Gubernur Papua Tengah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GPdI Imanuel Nabire

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, dan kedua lutut. Selain menewaskan korban, pelaku juga merusak kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi serta memecahkan kaca belakang sebuah mobil berwarna merah akibat lemparan batu.

Mendapat laporan kejadian, personel Satreskrim Polres Yahukimo langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti. Jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. Polisi turut mengamankan serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga proyektil.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Baca juga:  PWI Papua Tengah Umumkan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik Straight News Tingkat SMA/SMK se-Nabire, Ini Ungkapan Para Juara

Ia menegaskan kehadiran aparat keamanan di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli serta langkah pengamanan terbuka maupun tertutup guna mencegah aksi kekerasan serupa.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami identitas para pelaku yang berstatus dalam penyelidikan. Aparat memastikan situasi keamanan di Dekai tetap terkendali agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan normal. Informasi yang dihimpun infonabire.com, Selasa (3/2) pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup