PTFI Bangkit, Produksi Ditargetkan 65 Persen Akhir 2026
TEMBAGAPURA, InfoNabire.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan kapasitas produksi kembali mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026. Target tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan operasi tambang setelah insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan target tersebut dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tembagapura, Senin (17/8/2026).
Tony bilang pemulihan operasi tambang terus berjalan secara bertahap melalui kerja keras Recovery Team serta koordinasi seluruh tim operasi dan pendukung.
“Dengan pertolongan Tuhan dan kerja keras dan cekatan dari Recovery Team, upaya pemulihan operasi tambang terus berjalan secara bertahap sesuai dengan perencanaan kita,” kata Tony.
Insiden di Tambang Bawah Tanah GBC menjadi salah satu ujian terberat yang dihadapi PTFI. Dalam proses pemulihan, sekitar 800.000 ton material lumpur basah harus dipindahkan.
Selain itu, sejumlah infrastruktur dan alat berat mengalami kerusakan. Lokomotif dan gerbong tertimbun, jaringan telekomunikasi terputus, serta ventilasi raksasa harus diganti.
Tony mengapresiasi dedikasi seluruh tim yang tetap bekerja menghadapi berbagai hambatan teknis dan nonteknis tersebut.
Menurut dia, semangat kebangkitan menjadi bagian penting dari proses pemulihan perusahaan. PTFI mengusung subtema HUT ke-81 RI, “Dari Timur Indonesia Kita Bangkit Bersama”.
PTFI menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.
Setelah mencapai target kapasitas sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026, kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027.
Selanjutnya, kapasitas produksi ditargetkan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.
Tony menegaskan PTFI harus mampu bangkit dan menjadi lebih kuat setelah menghadapi berbagai ujian.
“Dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, dan komitmen yang tidak pernah surut terhadap keselamatan, saya yakin kita akan mampu melewati masa ini dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik bagi perusahaan, para pekerja, masyarakat, dan bagi bangsa dan negara,” ujarnya.














