Investasi Kucing Liar PTFI Diproyeksikan Capai Rp72 Triliun
TEMBAGAPURA, InfoNabire.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar sebagai salah satu sumber produksi utama perusahaan pada masa depan. Total investasi pengembangan tambang tersebut diproyeksikan mencapai Rp72 triliun.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan hal tersebut dalam amanat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tembagapura, Senin (17/8/2026).
Tony mengatakan investasi pengembangan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar yang telah berjalan mencapai sekitar Rp25 triliun. Secara keseluruhan, investasi tersebut diproyeksikan mencapai Rp72 triliun.
Tambang Kucing Liar diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounce emas sepanjang masa operasinya.
“Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, PTFI tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa,” kata Tony.
Pengembangan Kucing Liar menjadi salah satu langkah PTFI untuk membangun sumber produksi jangka panjang di tengah proses pemulihan operasi tambang.
Selain pengembangan tambang, PTFI juga tengah memproses perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Tony menyebut Pemerintah, Freeport-McMoRan dan PTFI telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) pada Februari 2026 untuk perpanjangan IUPK PTFI setelah 2041 hingga usia tambang.
Kemudian, pada pertengahan Juni 2026, PTFI telah mengajukan permohonan perpanjangan IUPK kepada pemerintah melalui Kementerian ESDM.
Menurut Tony, langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang, menjaga lapangan kerja bagi sekitar 30 ribu pekerja, mempertahankan kontribusi kepada negara serta melanjutkan program pengembangan masyarakat.
PTFI juga menargetkan kapasitas produksinya kembali meningkat secara bertahap.
Kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026, kemudian meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.












