Bentrokan Warga di Kampung Kimi, Ketua Kerukunan Ajak Tenang dan Jaga Persaudaraan

Hengki Kirihio, Ketua Kerukunan Wonawa. (Dok. Pribadi)

NABIRE – Bentrokan antarwarga terjadi di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (1/1/2026) malam. Insiden itu menimbulkan tiga korban luka berat akibat serangan senjata tajam berupa parang dan panah.

Albertus Marahole mengalami putusnya telapak tangan kiri akibat sabetan parang yang sempat ditangkis, serta luka di kepala. Sementara Manuel Mandabayan, Bendahara Kampung Kimi, menderita luka di kepala akibat benturan kayu dan luka di paha akibat panah. Korban ketiga, Martinus Lenggo, mengalami putus pada telapak tangan kiri, luka di lengan kiri, serta luka di bagian rusuk akibat sabetan parang.

Semua korban telah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire. Bentrokan juga merusak rumah milik Manuel Mandabayan, tempat terjadinya insiden.

Baca juga:  Wabup Nabire Apresiasi Lomba Paduan Suara Gerejawi

Hengki Kirihio, Ketua Kerukunan Wonawa yang membawahi 20 kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen dan warga Nabire, menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat. Ia menekankan pentingnya menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak berwajib.

“Bentrokan ini membawa luka, tetapi kita tidak boleh membiarkan emosi memecah persaudaraan. Kami mengimbau warga khususnya masyarakat Wonawa di Nabire untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada Polres Nabire. Jangan ada pertikaian susulan,” ujar Hengki.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antarwarga demi menjaga keamanan distrik Teluk Kimi dan Kampung Kimi.

“Kita saling mengenal, saling menghormati, dan wajib menjaga keamanan bersama. Mari persaudaraan tetap menjadi pegangan, meski masalah terjadi,” tambahnya.

Baca juga:  Polres Nabire Gelar Apel Gabungan Jelang 1 Desember, Anggota Diminta Fokus Jaga Kamtibmas

Bentrokan di Kampung Kimi menjadi pengingat bahwa ketenangan dan koordinasi antarwarga adalah kunci menghindari konflik yang lebih luas. Ketua Kerukunan Wonawa berharap insiden ini menjadi momentum bagi warga untuk memperkuat tali persaudaraan dan menjaga keamanan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup