Diduga Cemburu Isi Chat, Oknum Polisi di Nabire Pukul Kekasih hingga Babak Belur
NABIRE – Seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di wilayah hukum Polres Nabire dilaporkan terlibat dalam kasus kekerasan terhadap kekasihnya. Oknum polisi tersebut disebut sebagai terduga pelaku pemukulan, yang dipicu rasa cemburu setelah melihat isi percakapan korban dengan temannya di telepon genggam.
Peristiwa kekerasan itu terjadi pada Jumat (2/1/2026) malam. Terduga pelaku diketahui berinisial Bripda DKB, sementara korban berinisial MK. Usai kejadian, keluarga korban langsung membuat laporan polisi. Saat itu, terpantau terduga pelaku, korban, serta kedua belah pihak keluarga hadir.
Keterangan keluarga korban disampaikan kepada media pada Senin (5/1/2026) siang. Salah satu keluarga korban, Steven Lexi Mandosir, menjelaskan bahwa hubungan antara korban dan terduga pelaku telah terjalin cukup lama. Namun, kekerasan fisik disebut bukan kali pertama terjadi.
“Pemukulan ini sebenarnya sudah pernah terjadi, tetapi kejadian terakhir paling parah. Karena itu keluarga tidak terima,” ujar Steven.
Menurut Steven, pihak keluarga korban sebelumnya telah meminta agar hubungan tersebut dihentikan. Namun terduga pelaku disebut terus mendatangi dan mengejar korban, termasuk ke tempat kerja korban.
Pada malam kejadian tepatnya Jumat (2/1/2026), korban pergi membeli mesin cuci tanpa ditemani terduga pelaku. Saat toko hendak tutup, korban kemudian ikut kendaraan pihak toko untuk mengantar barang. Namun ketika tiba di depan rumah terduga pelaku, yang bersangkutan berada di lokasi dan kemudian mengejar korban menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di kawasan Putaran Satu Kalibobo, korban disebut dicegat oleh terduga pelaku. Dengan alasan membeli pinang, terduga pelaku kemudian membawa korban menuju Putaran Dua. Di lokasi tersebut, terduga pelaku melakukan pemukulan terhadap korban di depan salah satu pondok pinang.
“Korban mengaku dipukul, dijatuhkan, dan diinjak hingga mengalami luka dan memar parah di bagian wajah,” jelas Steven.
Ia menambahkan, setelah kejadian itu, terduga pelaku sempat membawa korban ke rumah untuk mengompres luka dengan air panas. Namun kondisi korban tidak membaik akibat benturan keras yang diterima. Sekitar pukul 23.00 WIT, korban akhirnya diantar kembali ke rumah keluarga.
Pihak keluarga korban menegaskan tidak menerima tindakan kekerasan tersebut dan memilih menempuh jalur hukum agar kasus ini diproses secara tegas.
“Kami sudah melarang hubungan ini, tetapi terduga pelaku tetap datang dan bahkan sering mengancam. Karena itu, kami bersikeras melaporkan dan memproses kasus ini,” tegas Steven.
Steven juga menyampaikan bahwa salah satu keluarga terduga pelaku sempat menemui pihak korban dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada keluarga korban. Meski demikian, laporan polisi tetap dilanjutkan.
“Kami tidak mau kejadian ini terulang lagi, baik terhadap keponakan kami maupun terhadap orang lain,” tambahnya.
Diketahui, pascakejadian tersebut, terduga pelaku Bripda DKB telah diamankan dan ditahan di Mapolres Nabire guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, saat ditemui terpisah di Mapolres Nabire pada Senin (5/1/2026) sore, membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia mengatakan bahwa kasus kekerasan yang melibatkan oknum anggota kepolisian itu telah ditangani oleh Propam Polres Nabire dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan bukti.
“Perkara ini sudah ditangani Propam dan prosesnya masih berjalan,” ujar AKBP Samuel.
Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku. Terkait keberlanjutan laporan, ia menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan atau mencabut laporan merupakan hak sepenuhnya pihak korban dan keluarga, sementara kepolisian tetap menjalankan proses sesuai prosedur yang ada.








