Ketua IKT Ingatkan Warga Menjaga Ketertiban Saat Mengantar Korban ke Peristirahatan Terakhir
NABIRE, InfoNabire.com – Suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi Chelsy Kaltrin Chandra (14), siswi kelas II SMP Negeri 1 Nabire yang menjadi korban pembunuhan. Keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (2/8/2026).
Prosesi diawali dengan ibadah pelepasan yang berlangsung di rumah duka di Jalan Frans Kaisiepo, Kelurahan Nabarua. Seusai ibadah, jenazah diberangkatkan menuju TPU Kimi dengan iring-iringan kendaraan yang diikuti keluarga besar, kerabat, tokoh masyarakat, serta warga yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Chelsy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almarhumah diketahui merupakan seorang anak yatim yang selama ini tinggal bersama ibu dan saudara perempuannya. Kehadiran para pelayat menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga yang sedang berduka.
Dalam ibadah penghiburan sekaligus pelepasan jenazah, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Yulianus Pasang, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengajak masyarakat Toraja untuk menghadapi musibah tersebut dengan hati yang tulus, tetap menjaga persaudaraan, serta menunjukkan sikap yang baik di tengah suasana duka.
“Walaupun kita sedang dirundung duka dan tentu sulit menerima kenyataan ini, saya berharap kepada seluruh masyarakat Toraja agar menyikapi segala sesuatu dengan hati nurani yang baik serta menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” ujar Yulianus.
Selain menyampaikan pesan penghiburan, Yulianus mengingatkan seluruh keluarga, khususnya para pemuda, agar menjaga ketertiban selama proses pengantaran jenazah hingga pemakaman selesai. Menurutnya, sikap tertib merupakan bentuk penghormatan kepada almarhumah sekaligus menjaga nama baik masyarakat Toraja.
“Saya minta kepada seluruh keluarga, terutama anak-anak muda, agar dalam proses pengantaran jenazah dapat berlangsung dengan tertib. Jangan bikin malu orang Toraja,” tegasnya.
Mewakili pemerintah, Yulianus juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Chelsy. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Hingga prosesi pengantaran menuju TPU Kimi berlangsung, iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi jalur yang dilalui. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.
Kehadiran keluarga besar, kerabat, tokoh masyarakat, serta warga menjadi wujud penghormatan terakhir bagi Chelsy Kaltrin Chandra. Di tengah duka yang menyelimuti, masyarakat bersama-sama mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir dengan penuh rasa hormat.






























