Lurah Oyehe Angkat Bicara Soal Video Viral Bansos, Ini Penjelasannya
NABIRE, InfoNabire.com – Kepala Kelurahan Oyehe, Yohan Marei, akhirnya angkat bicara terkait video viral mengenai pembagian bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Oyehe, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Klarifikasi tersebut disampaikan Yohan Marei pada Rabu (20/5/2026), menyusul beredarnya video pada Senin (18/5/2026) yang memperlihatkan sejumlah warga mempertanyakan pembagian bantuan sosial di Kantor Kelurahan Oyehe.
Yohan Marei bilang informasi yang beredar dalam video viral itu tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, proses penyaluran bantuan sosial telah dilakukan oleh petugas sesuai prosedur dan berdasarkan jumlah stok yang tersedia.
“Pembagian beras sudah dilakukan oleh staf dan petugas pembagi sesuai perhitungan stok yang ada. Seluruh beras yang tersedia telah dibagikan kepada masyarakat,” ujar Yohan Marei.
Ia menjelaskan, sebelum pembagian dilakukan, pihak kelurahan terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai jumlah bantuan yang diterima dan kebutuhan masyarakat di wilayah Oyehe.
Meski demikian, Yohan mengakui kemungkinan masih ada warga yang belum menerima bantuan. Hal itu, kata dia, disebabkan keterbatasan stok beras yang tersedia di Kelurahan Oyehe.
Menurutnya, proses pembagian bantuan juga dilakukan secara terbuka dengan pengawasan aparat keamanan dan pihak terkait untuk memastikan penyaluran berjalan tertib.
“Dalam setiap pembagian ada pendampingan dari Babinsa dan pihak kepolisian yang ikut menyaksikan sampai pembagian selesai,” katanya.
Terkait pedagang di Pasar Oyehe yang disebut belum menerima bantuan, Yohan mengatakan pemerintah kelurahan memprioritaskan masyarakat yang dinilai benar-benar membutuhkan.
“Kami mendahulukan masyarakat yang benar-benar tidak mampu untuk menerima bantuan beras,” jelasnya.
Selain itu, Yohan juga menyoroti keterbatasan stok beras di Kelurahan Oyehe yang disebut lebih sedikit dibanding sejumlah wilayah lain di Kabupaten Nabire. Saat ini, stok beras yang tersedia sekitar 14 ribu kilogram, sementara jumlah penduduk di wilayah tersebut terus bertambah.
“Stok beras di Oyehe sangat terbatas dibanding wilayah lain, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Karena itu, dalam setiap pembagian pasti ada kekurangan,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, Yohan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif di lingkungan Kelurahan Oyehe.














