Sidang Kelima Kasus CKC Berjalan Tertib, Kapolres Nabire Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Sidang Putusan
InfoNabire.com, NABIRE – Sidang kelima kasus pembunuhan CKC di Pengadilan Negeri (PN) Nabire, Papua Tengah, berlangsung aman dan tertib pada Senin (31/8/2026).
Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 11.30 WIT hingga pukul 15.00 WIT. Selain persidangan, penyampaian orasi dari pihak keluarga korban dan massa pendukung juga berlangsung dengan tertib.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, menyampaikan apresiasi atas situasi keamanan yang tetap terjaga selama rangkaian persidangan kasus tersebut.
“Bersyukur kepada Tuhan karena semua agenda persidangan dari tahap pertama persidangan hingga hari ini di agenda kelima semua berjalan dengan cukup aman,” kata Samuel kepada awak media, termasuk InfoNabire.com, Senin sore.
Menurutnya, sempat terjadi insiden pelemparan gelas atau botol air mineral dalam proses pengamanan. Namun, insiden tersebut tidak sampai mengganggu keseluruhan jalannya persidangan.
“Kalaupun ada insiden pelemparan gelas Aqua atau botol Aqua, ini merupakan dinamika yang biasanya kami hadapi. Tapi keseluruhan situasi yang ada bisa kita bersama-sama bergandengan tangan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Polisi dan Pemda Perkuat Koordinasi
Kapolres mengatakan situasi keamanan selama persidangan dapat terjaga berkat koordinasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire, serta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT).
Ia menyebut sejumlah pihak ikut merapatkan barisan untuk memastikan seluruh rangkaian persidangan berjalan aman dan tertib.
“Yang hadir dari pemerintah daerah, dalam hal ini Sekda Nabire Yulianus Pasang, kemudian dari Kajari, Ketua Pengadilan, bahkan seluruh pengurus IKT, sama-sama kita berkoordinasi merapatkan barisan untuk menjaga situasi tetap berjalan aman dan tertib,” jelasnya.
Samuel mengatakan pembacaan tuntutan yang berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIT berjalan tertib. Begitu pula dengan penyampaian orasi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIT.
“Kita harapkan situasi yang ada ini dapat kita pastikan berjalan bersama, tetap dengan situasi yang seperti ini sampai di sidang putusan,” katanya.
Polisi Minta Pemberitahuan Aksi Jelang Sidang Putusan
Menjelang sidang putusan, Kapolres berharap pengurus IKT kembali berkoordinasi dengan kepolisian apabila akan menggelar aksi atau menyampaikan orasi.
Ia meminta pihak yang akan melakukan aksi menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada kepolisian. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi situasi di lapangan.
“Kalaupun nanti di sidang putusan ada penyampaian orasi lagi sambil menunggu sidang berjalan, kami harapkan pengurus IKT juga dapat memberikan atau membuat surat kepada kami terkait pemberitahuan aksi,” ujarnya.
Menurut Samuel, polisi akan tetap memberikan pelayanan pengamanan. Namun, seluruh pihak juga perlu mengantisipasi kemungkinan munculnya pihak lain yang berpotensi memicu kericuhan.
“Perlu kita rapatkan kembali terkait pengantisipasian. Dalam hal ini kami melakukan pelayanan pengamanan di lapangan, namun harus diantisipasi juga jangan sampai ada hadir pihak-pihak tertentu yang menginginkan chaos,” tegasnya.
Ia berharap kondisi tertib pada sidang kelima dapat terus dipertahankan hingga agenda putusan.
“Hari ini tertib, ke depan juga kami harapkan lebih tertib lagi,” katanya.
Arus Lalu Lintas di Depan PN Nabire Bisa Direkayasa
Selain pengamanan massa, Polres Nabire juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar PN Nabire.
Pada sidang kelima, polisi menerapkan penggunaan satu jalur jalan di sisi kiri depan kantor pengadilan.
Samuel mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kondisi tersebut untuk menentukan rekayasa lalu lintas pada sidang putusan.
“Untuk arus lalu lintas karena hari ini kita menggunakan satu jalur jalan di sebelah kiri depan kantor pengadilan. Nanti kita lihat di agenda, massa lebih daripada hari ini mungkin kita akan merekayasa arus lalu lintas, khususnya di depan kantor pengadilan ini,” jelasnya.
Jika jumlah massa meningkat, polisi mempertimbangkan menutup sementara ruas jalan di depan PN Nabire hingga persidangan selesai.
“Mungkin kita akan tutup sementara sampai jadwal sidang selesai di putusan, kemudian dilanjutkan dengan dibuka untuk buka tutup arus seperti itu,” tambahnya.
Polisi Pasang Kawat untuk Antisipasi Benturan
Dalam pengamanan sidang kelima, polisi juga memasang kawat di sepanjang area PN Nabire.
Kapolres menjelaskan pemasangan kawat tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mencegah pertemuan langsung antara personel kepolisian dengan massa.
“Untuk hari ini ada pengamanan lebih yaitu ada kawat sepanjang area Pengadilan Negeri. Alasannya kenapa? Jadi sebenarnya ini hal yang wajar untuk mengantisipasi dinamika situasi di lapangan,” ungkap Samuel.
Ia menjelaskan langkah tersebut berkaitan dengan pengalaman pada sidang sebelumnya yang sempat diwarnai insiden pelemparan dan sedikit benturan antara massa dengan aparat.
“Untuk sidang pertama memang tadi saya sampaikan perjalanan cukup tertib, cuma kan ada insiden mungkin melempar dan ada sedikit bentrok dengan aparat. Sehingga kita mengantisipasi pertemuan langsung anggota dengan masyarakat pendemo,” pungkasnya.
















