Salut! Inovasi Dapur SPPG Siriwini 003 Ini Hemat Air, Tenaga dan Waktu untuk Ribuan Ompreng

Sejumlah relawan SPPG 003 Siriwini saat membersihkan ompreng menggunakan alat inovasi pencuci, pembilas dan sterilisasi yang diklaim mampu menghemat air, tenaga dan waktu di dapur SPPG Siriwini, Nabire, Selasa (19/05/2026). (Foto: Yusran/IN)

NABIRE, InfoNabire.com – Di tengah padatnya aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inovasi menarik lahir dari SPPG 003 Siriwini, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Berangkat dari keprihatinan melihat relawan yang harus bekerja hingga larut malam bahkan nyaris pagi untuk mencuci ribuan ompreng setiap hari, sebuah alat pencuci, pembilas sekaligus sterilisasi ompreng berhasil diciptakan secara mandiri.

Meski alat tersebut belum memiliki nama resmi, manfaatnya mulai terasa besar. Jika sebelumnya proses pencucian ompreng bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam, kini pekerjaan yang sama dapat diselesaikan hanya sekitar 4 jam.

Inovasi itu digagas oleh Hj. Siti Salma selaku Mitra SPPG 003 Siriwini, setelah melihat para relawan bekerja sangat keras setiap harinya, terutama di bagian pencucian ompreng.

Menurutnya, persoalan pencucian ompreng hampir menjadi tantangan yang sama di banyak SPPG. Jumlah wadah makan yang harus dicuci setiap hari sangat banyak, sementara proses manual membutuhkan tenaga besar dan waktu panjang.

“Setiap hari relawan kita bekerja untuk mencuci ompreng itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Saya sudah berusaha bersama kepala SPPG mencari jalan, memberi trik-trik supaya pencuciannya lebih cepat, tapi tetap saja setiap hari terulang lagi. Bahkan bisa sampai pagi,” ujar Hj. Siti Salma kepada awak media termasuk infonabire.com, saat ditemui di dapur SPPG 003 Siriwini, Selasa (19/05/2026) siang.

Salut! Inovasi Dapur SPPG Siriwini 003 Ini Hemat Air, Tenaga dan Waktu untuk Ribuan Ompreng

Melihat kondisi tersebut, ia mulai berpikir mencari solusi yang bisa meringankan pekerjaan relawan, terlebih sebagian besar pekerja di dapur merupakan perempuan.

“Bagaimana supaya relawan saya ini tidak terlalu setengah mati bekerja,” katanya.

Bagaimana Hj. Siti Salma Menciptakan Alat Ini?

Dari situlah ide inovasi mulai muncul. Ia kemudian mengajak adiknya untuk membantu mewujudkan konsep alat yang sudah ia bayangkan. Dengan sketsa sederhana, keduanya mulai mencari bahan yang cocok.

Baca juga:  Ini Pemenang Lomba Nyanyi Bintang Radio Nabire 2025

Awalnya mereka sempat mempertimbangkan menggunakan kontainer plastik. Namun niat itu dibatalkan karena materialnya dinilai terlalu tipis dan berisiko pecah akibat tekanan serta volume air yang cukup besar.

Tak ingin berhenti di tengah jalan, mereka kemudian beralih menggunakan fiber, bahan yang dinilai lebih kuat, tahan panas dan cocok untuk kebutuhan dapur dengan intensitas tinggi.

Siti Salma lalu menggandeng tenaga pembuat fiber yang biasa bekerja dengannya. Mereka duduk bersama, berdiskusi dan berkolaborasi hingga alat yang diinginkan akhirnya berhasil dibuat sesuai kebutuhan dapur SPPG.

Hasilnya cukup mengejutkan. Jika sebelumnya pencucian lebih dari dua ribu ompreng dilakukan secara manual menggunakan spons dan ember dengan waktu kerja sangat panjang, kini proses itu bisa berjalan jauh lebih cepat.

“Kalau dulu kita cuci ompreng bisa sampai 12 jam, sekarang dengan alat ini lebih dari dua ribu ompreng bisa selesai sekitar 4 jam,” ungkapnya.

Tak hanya memangkas waktu kerja, alat tersebut juga membantu relawan bekerja lebih ringan tanpa harus berjibaku hingga kelelahan.

Selain itu, hasil pencucian disebut jauh lebih bersih. Aliran air yang cukup kuat mampu membersihkan sisa makanan maupun bau sabun yang menempel pada ompreng.

“Ompreng yang sudah dicuci itu benar-benar bersih. Tidak ada lagi bau sabun, bau makanan atau amis,” jelasnya.

Keunggulan lain dari inovasi tersebut ialah penggunaan air yang jauh lebih hemat dibanding sebelumnya. Sebelum alat itu digunakan, dapur SPPG bisa menghabiskan ribuan liter air setiap kali pencucian.

Bahkan, menurut Siti Salma, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sempat kewalahan karena volume air yang terlalu besar.

“Dulu kita bisa habiskan sampai sekitar 6.000 liter air dan IPAL sampai meluap. Saya pikir kalau terus seperti itu, bisa rusak karena sudah lewat kapasitas,” katanya.

Baca juga:  Pemotor Tewas dalam Kecelakaan di SP A Wanggar, Nabire Barat

Bukan Cuma Cepat, Ompreng Juga Lebih Steril

Kini penggunaan air dinilai jauh lebih minim, meski jumlah pastinya masih dalam tahap perhitungan.

Tak berhenti di situ, alat tersebut juga dilengkapi sistem sterilisasi menggunakan air panas. Jika sebelumnya sterilisasi dilakukan dengan cara merendam ompreng di dalam bak hingga air menjadi dingin, kini prosesnya jauh lebih praktis.

Dengan hanya sekitar 100 liter air panas, ribuan ompreng disebut bisa disterilisasi dalam dua sesi kerja. Sistem aliran air dari bagian atas dan bawah memastikan seluruh permukaan ompreng terkena air panas secara merata.

“Air panas 100 liter itu bisa meng-cover ribuan ompreng untuk sterilisasi,” jelasnya.

Bagi Siti Salma, inovasi ini bukan sekadar alat bantu kerja, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap relawan agar pekerjaan mereka menjadi lebih manusiawi dan efisien.

Ia berharap langkah kecil yang dimulai dari dapur SPPG 003 Siriwini dapat menjadi inspirasi bagi SPPG lain untuk berani berinovasi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Mungkin teman-teman SPPG lain bisa mencontoh atau membuat inovasi sendiri. Ini langkah awal dari kami supaya relawan bisa bekerja lebih cepat, hemat tenaga, hemat waktu dan hemat air,” ujarnya.

Sebagai informasi, SPPG 003 Siriwini saat ini melayani ribuan penerima manfaat dari sejumlah sekolah di Kabupaten Nabire, mulai dari TK Asyafiah, TK Betaniasion, TK Laharoi, TK Ichtus, SMP Negeri 3 Nabire, SMP Negeri 5 Nabire, SMA Negeri 3 Nabire hingga SMK Petra. Jumlah penerima manfaat sebelumnya tercatat sebanyak 2.652 orang, namun setelah kelulusan tahun ini menjadi 2.113 penerima manfaat, ditambah layanan bagi Posyandu Mawar Putih sebanyak 80 penerima manfaat.

Pemprov Papua Tengah mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus 14 Mei 2026
Kapolres Paniai dan Jajaran mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus 14 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup