Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Kapolres Nabire Tegaskan Polri Tak Pernah Izinkan Tambang Liar

Example 468x60
A-AA+A++

NABIRE – Kapolres Nabire Samuel D. Tatiratu akhirnya buka suara terkait polemik tambang liar yang memanas di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Ia menegaskan, institusi kepolisian tidak pernah mengeluarkan izin dalam bentuk apa pun terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah hukumnya.

“Kami tidak pernah memberikan izin, baik secara lisan maupun tertulis, terhadap aktivitas tambang liar di Kabupaten Nabire,” tegas Kapolres saat bertemu insan pers di ruang rapat Polres Nabire, Rabu (18/2/2026).

Example 300x600

Kapolres menjelaskan, penertiban tambang rakyat merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar seluruh aktivitas pertambangan ditata sesuai regulasi yang berlaku. Dalam konteks itu, tugas kepolisian adalah melakukan penegakan hukum dengan tetap menjaga stabilitas keamanan bersama TNI.

Ia menyayangkan berkembangnya narasi yang menyudutkan aparat kepolisian seolah-olah mengizinkan praktik tambang ilegal. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Mungkin ada yang salah dalam mengonsumsi informasi. Seakan-akan polisi mengizinkan tambang ilegal. Itu tidak benar,” ujarnya.

Kapolres juga mengakui bahwa persoalan tambang liar di Nabire memiliki kompleksitas tinggi. Selain penegakan hukum, terdapat dinamika sosial yang berkaitan dengan hak ulayat dan kesepakatan internal masyarakat adat. Ia menyinggung konflik yang sempat terjadi pada Desember lalu, termasuk gesekan antarwarga terkait batas wilayah dan pembagian hasil tambang.

“Pemilik tanah adalah pemilik hak ulayat. Yang memberi izin di lokasi itu juga pemilik hak ulayat. Namun kami tegaskan, polisi tidak pernah mengesahkan aktivitas tersebut,” kata Kapolres.

Situasi semakin rumit dengan adanya dugaan keterlibatan kelompok bersenjata di wilayah Topo dan sekitarnya. Kapolres mengungkap adanya surat dari pihak yang mengatasnamakan pimpinan kelompok bersenjata yang meminta sejumlah uang dari aktivitas tambang. Hal ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah dan menjadi perhatian serius aparat.

Dalam pertemuan itu, Kapolres juga menyampaikan permintaan maaf kepada seorang jurnalis terkait pernyataannya di forum WhatsApp Group Discussion Papua Tengah yang sempat memicu polemik. Ia menegaskan, imbauan untuk memberikan keterangan resmi bukan bentuk intimidasi, melainkan prosedur hukum untuk klarifikasi.

“Memberikan keterangan resmi bukan berarti langsung ditangkap. Rekan-rekan pers dilindungi Undang-Undang Pers. Saya minta maaf jika penyampaian saya menimbulkan salah tafsir,” ucapnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Kapolres mendorong pemerintah daerah bersama Forkopimda agar segera mempercepat regulasi Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Menurutnya, regulasi yang jelas akan memberikan kepastian hukum dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pendekatan kepolisian tidak selalu represif. Edukasi serta dialog dengan pihak-pihak terkait telah beberapa kali dilakukan guna mencari jalan tengah.

“Mari kita duduk bersama. Jangan saling menyalahkan. Kita dorong regulasi keluar, kita edukasi masyarakat, lalu penertiban dilakukan sesuai hukum, supaya tidak ada yang dirugikan,” tutupnya.

Kapolres memastikan Kepolisian Daerah Papua Tengah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun insan pers demi menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum yang adil di Papua Tengah.

Example 300250
Example 120x600
Tim InfoNabire adalah tim redaksi resmi InfoNabire.com, media online yang berdiri sejak 28 Desember 2016 di bawah naungan CV Cahaya Media Nabire. Media ini hadir sebagai sumber informasi lokal yang berkomitmen menyajikan berita aktual, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, InfoNabire terdaftar dengan nomor 27430-PWI/Wda/DP/IV/2024/15/02/98 dan berpegang pada prinsip profesionalitas, independensi, serta tanggung jawab publik. Setiap informasi yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan penyuntingan redaksi untuk memastikan akurasi serta keberimbangan pemberitaan. Tim InfoNabire meliput berbagai isu strategis meliputi pemerintahan daerah, kebijakan publik, hukum dan kriminal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, hingga dinamika sosial masyarakat di Papua Tengah. Cakupan liputan berfokus pada Nabire dan wilayah sekitarnya dengan orientasi pelayanan informasi kepada publik. Sebagai media lokal yang berkembang, InfoNabire membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan koreksi sesuai dengan ketentuan jurnalistik yang berlaku. Informasi resmi dan komunikasi redaksi dapat disampaikan melalui email: infonabirepapua@gmail.com serta kanal media sosial resmi InfoNabire.

Related Post

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Example 728x250