Kepala Suku Sarakwari Sosialisasi Kamtibmas dan Bagikan Sembako di Kampung Sanoba, Soroti Masalah Pemuda Mabuk
NABIRE, InfoNabire.com – Kepala Suku Sarakwari, Agustinus Rumatrai, menggelar kegiatan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus membagikan paket sembako kepada warga di Kampung Sanoba, Jalan Poros Samabusa, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (22/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 25 warga Kampung Sanoba dan menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara tokoh adat, masyarakat, serta aparat keamanan dalam menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.
Dalam arahannya, Agustinus Rumatrai menegaskan bahwa menjaga keamanan kampung bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Ia mengingatkan warga, khususnya kalangan pemuda, agar menjauhi perilaku negatif seperti mabuk-mabukan yang berpotensi memicu gangguan keamanan maupun konflik sosial di lingkungan kampung.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama. Anak-anak muda harus dijaga dan saling diingatkan agar tidak terlibat mabuk-mabukan yang bisa merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” ujar Agustinus dalam penyampaiannya.

Sebagai Kepala Suku Sarakwari, Agustinus juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi masyarakat yang menghadapi persoalan di lapangan agar dapat segera berkoordinasi untuk mencari solusi bersama.
“Kami siap membantu masyarakat. Jika ada kendala atau persoalan di kampung, silakan disampaikan agar kita bisa cari jalan keluar bersama,” katanya.
Selain sosialisasi kamtibmas, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada warga Kampung Sanoba.
Agustinus menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat kampung agar kebutuhan dasar warga dapat sedikit terbantu di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Pembagian sembako itu juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan di lingkungan kampung.
Sementara itu, dalam sesi dialog, masyarakat Kampung Sanoba turut menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi sosial yang mereka hadapi sehari-hari.
Warga mengaku sepakat bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Namun, mereka menyoroti persoalan sosial yang kerap muncul akibat perilaku sejumlah pemuda yang sering mengonsumsi minuman keras.
Menurut warga, persoalan sering kali menjadi rumit karena sebagian orang tua justru membela tindakan anak mereka secara sepihak, sehingga memicu salah paham antar keluarga dan memperpanjang konflik di lingkungan masyarakat.
“Kadang orang tua lain sudah berusaha mengingatkan dan menjaga situasi tetap aman, tetapi ketika ada masalah justru muncul pembelaan yang akhirnya membuat persoalan semakin panjang,” ungkap salah seorang perwakilan masyarakat.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah persoalan sosial di kampung akhirnya harus melibatkan aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Melalui kegiatan ini, peran tokoh adat dinilai semakin penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat akar rumput dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Pendekatan berbasis adat dan komunikasi langsung dengan masyarakat juga dianggap menjadi langkah efektif untuk mencegah potensi konflik sosial berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas di Kampung Sanoba.














