“Dulu Sampai Jam 12 Malam,” Relawan SPPG Siriwini 003 Rasakan Dampak Besar Inovasi Cuci Ompreng
Dari 12 Jam Kini Tinggal 4 Jam, Relawan Mengaku Lebih Semangat Bekerja
“Begitu alat ini dipakai, sangat membantu kami. Dari yang tadinya sampai 12 jam atau 8 jam, sekarang akhirnya bisa sekitar 4 jam kita selesaikan,” ungkapnya.
Menurutnya, proses cuci dan bilas ompreng bahkan bisa selesai hanya sekitar dua jam jika aliran air berjalan lancar.
“Cuci bilasnya itu bisa dua jam. Kalau air tidak mati, cepat air ngalirnya itu bagus. Semua berjalan dengan baik,” jelasnya.
Perubahan itu membuat relawan tidak lagi harus bekerja sampai larut malam seperti sebelumnya.
Ia mencontohkan, pada proses pencucian terbaru, seluruh pekerjaan sudah bisa diselesaikan sekitar pukul 20.00 WIT, menyisakan tahap pembakaran untuk proses pengeringan ompreng.
“Sampai kemarin jam 8 malam tepat kita selesaikan semua. Tinggal pembakaran omprengnya saja untuk pengeringan, setelah itu langsung selesai,” ujarnya.
Tak hanya mempercepat pekerjaan, inovasi tersebut juga membawa perubahan pada semangat kerja relawan di divisi ompreng.
Anance mengaku, para relawan yang sebelumnya sering merasa lelah dan malas karena pekerjaan berat, kini justru lebih bersemangat bekerja.
“Anak-anak divisi ompreng yang tadinya malas, sekarang jadi rajin. Sudah ada alat baru, jadi kita masuk kerja lebih semangat, tidak malas lagi,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Anance menyampaikan apresiasi kepada mitra SPPG 003 Siriwini yang telah menghadirkan inovasi tersebut dan dinilai sangat membantu relawan di lapangan.
“Terima kasih buat mitra kami yang sudah membantu kami dalam pencucian ompreng ini. Terima kasih juga untuk dukungan dan kerja sama yang baik dari mitra kami,” tutupnya.














