Salut! Inovasi Dapur SPPG Siriwini 003 Ini Hemat Air, Tenaga dan Waktu untuk Ribuan Ompreng
Bukan Cuma Cepat, Ompreng Juga Lebih Steril
Kini penggunaan air dinilai jauh lebih minim, meski jumlah pastinya masih dalam tahap perhitungan.
Tak berhenti di situ, alat tersebut juga dilengkapi sistem sterilisasi menggunakan air panas. Jika sebelumnya sterilisasi dilakukan dengan cara merendam ompreng di dalam bak hingga air menjadi dingin, kini prosesnya jauh lebih praktis.
Dengan hanya sekitar 100 liter air panas, ribuan ompreng disebut bisa disterilisasi dalam dua sesi kerja. Sistem aliran air dari bagian atas dan bawah memastikan seluruh permukaan ompreng terkena air panas secara merata.
“Air panas 100 liter itu bisa meng-cover ribuan ompreng untuk sterilisasi,” jelasnya.
Bagi Siti Salma, inovasi ini bukan sekadar alat bantu kerja, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap relawan agar pekerjaan mereka menjadi lebih manusiawi dan efisien.
Ia berharap langkah kecil yang dimulai dari dapur SPPG 003 Siriwini dapat menjadi inspirasi bagi SPPG lain untuk berani berinovasi sesuai kebutuhan di lapangan.
“Mungkin teman-teman SPPG lain bisa mencontoh atau membuat inovasi sendiri. Ini langkah awal dari kami supaya relawan bisa bekerja lebih cepat, hemat tenaga, hemat waktu dan hemat air,” ujarnya.
Sebagai informasi, SPPG 003 Siriwini saat ini melayani ribuan penerima manfaat dari sejumlah sekolah di Kabupaten Nabire, mulai dari TK Asyafiah, TK Betaniasion, TK Laharoi, TK Ichtus, SMP Negeri 3 Nabire, SMP Negeri 5 Nabire, SMA Negeri 3 Nabire hingga SMK Petra. Jumlah penerima manfaat sebelumnya tercatat sebanyak 2.652 orang, namun setelah kelulusan tahun ini menjadi 2.113 penerima manfaat, ditambah layanan bagi Posyandu Mawar Putih sebanyak 80 penerima manfaat.














